
“Kami berterima kasih dengan adanya program ini. Semoga Lubuk Ogong ke depan semakin maju. Sebagaimana kita ketahui, kelemahan BUMDes itu terletak pada sektor permodalan. Semoga kolaborasi dengan BRILian dapat mendorong kemajuan desa ke depan,” ujar Alex.
Menurutnya, keberhasilan masuk 25 besar nasional tidak terlepas dari kerja sama seluruh perangkat desa dan masyarakat. Karena itu, dukungan pendampingan dan penguatan modal yang diberikan melalui program tersebut akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.
Sekretaris Desa Lubuk Ogong, Erwanto, S.E., M.M., C.TE, C.MSP, C.NSP, menjelaskan, perjalanan Desa Lubuk Ogong mengikuti program Desa BRILian telah dimulai sejak Mei 2026.
Melalui berbagai tahapan evaluasi terhadap sejumlah aspek desa, Lubuk Ogong akhirnya berhasil menyisihkan ribuan desa lainnya hingga masuk dalam 25 besar nasional dan mengikuti tahapan pendampingan lapangan.
Program Desa BRILian di Desa Lubuk Ogong juga berjalan melalui kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Ogong Mandiri yang dipimpin Direktur Yuwono Teguh Santoso. Pengembangan sektor bisnis mikro menjadi salah satu fokus utama yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.