
Dalam kondisi terluka, Arbain terpaksa bertahan selama sekitar enam jam di atas pohon sambil menunggu air surut dan buaya tersebut pergi menjauh.
Setelah kondisi dinilai aman, Arbain kembali ke pompong. Ia kemudian membalut luka-luka pada kakinya dengan peralatan seadanya sebelum bergegas pulang.
Saat ini, Arbain telah berada di RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan penanganan medis atas luka serius yang dialaminya.
"Waktu mau naik ke pompong, kaki saya tiba-tiba diterkam. Saya sempat melawan dan bertahan di atas pohon selama enam jam sampai buayanya pergi," ujar Arbain.
Sementara itu, Camat Tanah Merah, Mulyadi, mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang beraktivitas di sungai, agar meningkatkan kewaspadaan.