
Ia mengatakan, kebutuhan darah dapat muncul kapan saja sehingga ketersediaannya perlu dijaga melalui partisipasi masyarakat dan para pendonor.
“Harapan kita tentu kita tidak perlu bantuan itu karena kita selalu sehat. Itulah yang kita harapkan. Tetapi, ketika ada masyarakat yang membutuhkan darah, kita berharap ketersediaan darah selalu ada dan kita bisa ikut membantu melalui kegiatan seperti ini,” katanya.
Selain mendorong kepedulian melalui donor darah, Willim mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan melalui pemeriksaan secara rutin. Ia mengatakan perusahaan sejak 2025 telah mengembangkan kategorisasi hasil pemeriksaan kesehatan bagi karyawan sebagai upaya mengidentifikasi faktor risiko kesehatan lebih awal.
“Kalau kita bilang kita cinta keluarga kita, tunjukkan. Kita ingin tetap sehat, tetap produktif. Karena itu, kesehatan harus menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya.
Strategic Planner RAPP, Catur Wulan Yuniastuti, turut menilai kegiatan tersebut memberikan ruang bagi masyarakat dan karyawan untuk berbagi melalui aksi nyata.