
Manajemen PHR turut menginstruksikan penerapan disiplin tingkat tinggi, serta kepatuhan mutlak terhadap aspek keselamatan (HSE) dan prinsip Respectful Workplace.
Menyambung komitmen tersebut, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi Provinsi Riau, Heru Prayitno, SE, M.Si., yang hadir beserta jajaran, menyampaikan apresiasi penuh atas langkah antisipatif PHR. Menghadapi tantangan ketenagakerjaan dengan angka pengangguran yang menyentuh 137.000 jiwa di Riau, program ini dinilai sebagai jembatan kompetensi yang esensial menuju peluang dunia kerja. Heru menyoroti bahwa rekam jejak yang solid selama magang kerap membuka peluang rekrutmen lanjutan, baik di lingkungan PHR maupun perusahaan kontraktor.
"Oleh karena itu, para peserta dituntut untuk senantiasa proaktif, inovatif, dan menempatkan keselamatan kerja sebagai prioritas utama," ucapnya.
Agenda peluncuran ini mencerminkan sinergi lintas sektoral yang kuat. Selain perwakilan Disnakertrans Riau, acara ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru, Iwan Simatupang, Koordinator Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut, Kunto Purbono, beserta jajaran serta Manager Digital Analytic & Optimization PHR, Hanny Anggaraini selaku perwakilan mentor.
Dukungan ekosistem akademis diwakili oleh pimpinan perguruan tinggi di Riau, di antaranya Rektor Unilak - Prof. Dr. Junaidi, S.S., M.Hum., Ph.D, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNRI - Prof. Dr. Hermandra, S.Pd., M.A., Wakil Rektor III UIR - Assoc. Prof. Dr. Ir. H. Deddy Purnomo Retno, S.T., M.T., GP., A-Utama, Direktur Politeknik Negeri Bengkalis - Ir. Johny Custer, ST, MT dan Direktur Politeknik Caltex Riau yang diwakili oleh Dr. Dadang Syarif Sihabudin Sahid, S.Si., M.Sc.[]rls