
Menurutnya, semangat tersebut perlu tercermin dalam keseharian, baik melalui kerja sama di lingkungan kerja maupun hubungan dengan masyarakat.
“Terima kasih atas waktu, ide, kreativitas, dan kepedulian yang telah Bapak dan Ibu berikan. Setiap kontribusi, baik yang terlihat di atas panggung maupun yang dilakukan di balik layar, memiliki arti penting dalam menjadikan PSB sebagai perayaan milik kita bersama,” sambung Eduward.
PSB 2026 menghadirkan tiga kegiatan utama, yakni Pawai Budaya, Pentas Seni, dan Stan Budaya. Pawai yang digelar pada Sabtu, 24 Oktober 2026, menampilkan pakaian adat, tradisi, dan ikon dari berbagai daerah. Sementara itu, stan budaya menghadirkan informasi tentang sejarah, tokoh, adat istiadat, pariwisata, dan kuliner khas masing-masing daerah.
Keberagaman itu tercermin dalam partisipasi berbagai paguyuban, antara lain Himpunan Keluarga Muslim Asal Tapanuli (HIKMAT), Ikatan Keluarga Batak Toba (IKABA), Ikatan Keluarga Asal Sumatera Selatan (IKASS), Ikatan Melayu Riau (IKMR), Ikatan Keluarga Minang Riau Kompleks (IKMRK), Ikatan Keluarga Nias Riau Kompleks (IKN-RK), Ikatan Keluarga Tionghoa (IKT), Mergasilima, Pandanwangi, Persatuan Masyarakat Aceh (PERMASA), serta Paguyuban Tunggal Warga (PUNGGAWA).
PSB juga melibatkan karyawan RAPP yang berasal dari berbagai belahan dunia. Kehadiran mereka memperkaya perayaan melalui pengenalan budaya masing-masing negara sekaligus membuka ruang interaksi lintas bangsa.