
PEKANBARU (Riauoke.com)-Ada benang merah yang menghubungkan dua perempuan hebat dalam lintasan sejarah Riau, meskipun keduanya hidup pada zaman dan abad yang berbeda. Mereka adalah Tengku Agung Syarifah Latifah, permaisuri dari Sultan Syarif Kasim II dan Chadijah Ali, sosok perempuan yang namanya kini diabadikan menjadi nama sebuah universitas di Provinsi Riau.
Keduanya dinilai memiliki kesamaan dalam memandang pentingnya pendidikan, mengangkat martabat perempuan, serta membangun peradaban melalui pemberdayaan kaum perempuan. Pemikiran yang melampaui zamannya itulah yang menurut Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, patut diwariskan dan menjadi inspirasi bagi generasi sekarang.
Pandangan tersebut disampaikan Afni saat menghadiri Tasyakuran Universitas Islam Chadijah Ali Riau di Auditorium UIC, Jalan KH Ahmad Dahlan, Pekanbaru, Jumat (30/10/2026). Turut hadir antara lain Rektor UIN Susqa Prof Dr Hj Leny Nofianti, Rektor Universitas Islam Riau Assoc Prof Dr Admiral, Sekretaris YLPI Riau Dr. H. Arifin Bur, Guru Besar FH UIR Prof Dr Syafrinaldi SH MCL, Anggota DPRD Riau Dra Hj. Septina Primawati, Akademisi Prof Dr Wilaela, Ketua Umum Yayasan Diniyah Pekanbaru Dr Hj Hasnati SH, Bersama Ketua Dewan Pembina Ir Zulkifli Saleh, Prof Dr Ellydar Chaidir, Prof Dr Sudi Fahmi, mantan Dekan Fakultas Agama Islam UIR Prof Dr Zulkifli Rusbi dan Direktur Pascasarjana UIR Assoc Prof Dr M Musa.
Di akademisi dan tokoh masyarakat, Afni secara khusus menyandingkan ketokohan Chadijah Ali dengan Tengku Agung Syarifah Latifah. Ia mengaku memiliki pandangan tersendiri mengenai persamaan kedua tokoh perempuan tersebut, tanpa bermaksud mengurangi penghormatan terhadap para sejarawan.
"Saya ingin sedikit menukil sejarah tentang sosok ibunda kita, Ibunda Chadijah Ali. Yang tanpa mengurangi rasa hormat dengan para sejarawan, ingin saya coba sandingkan dengan tokoh dari Kabupaten Siak, yaitu Tengku Agung Syarifah Latifah," ungkap Afni.