Kampar-(Riauoke.com)-Mahasiswa KKN Universitas Riau (Unri) menggelar penyuluhan Program Karet Bersih (Kasih) di Desa Ranai Sungkai, Kecamatan XIII Koto Kampar, bekerja sama dengan Gapkindo Riau. Jumat (5/9/14).
Acara yang digelar di Kantor Desa Ranah Sungkai itu, diikuti 29 peserta yang merupakan perwakilan dari masing-masing dusun di desa tersebut. Digelarnya acara ini didasarkan pada kenyataan bahwa mayoritas penduduk desa itu bekerja sebagai petani karet.
Petani sangat antusias mengikuti acara tersebut. Acara dibuka oleh salah seorang mahasiswa dan diisi dengan pemaparan materi dari Sekretaris Eksekutif Gapikod Riau yang juga dosen pembimbing KKN Drs H Nurhalmi, MS tentang peningkatkan pendapatan petadi karet melalui program kasih.
Dalam pemaparannya, Nurhamlin mengatakan, banyak petani yang mencampur karetnya dengan air dan batu untuk mendapatkan hasil yang lebih menguntungkan karena dengan demikian beratnya bertambah. Padahal pabrik hanya membutuhkan karet bersih tanpa senyawa lainnya. Selain itu, petani karet di desa itu seringkali berusaha mendapatkan hasil sadapan secara individu sehingga penghasilan yang mereka dapatkan tidak sebanding dengan perjuangannya.
Penyuluhan ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk membuat kelompok petani karet agar menghasilkan kualitas karet yang bagus dan bersih, sehingga memperoleh keuntungan yang lebih besar. Gapkindo yang bekerja sama dengan Dinas Perkebunan berencana memberikan bibit unggul kepada petani yang membutuhkan, melalui PTP.
Mahasiswa yang mengikuti KKN di Desa Ranah Sungkai ini adalah Muhammad Fadhli (Kordes), Resti, Putri Sukma Wahyuli, Tiara Mahardika, Mario Sudiharjono Siburian, Rostika Linda, Rizka Aulia Hardi, Loviana Permata Sari, Liddia Fitriani, Afriani Manalu, Hafiz Qur’ani, Jhon Nardy, Muhammad Effendy dan Jupri Lumban Toruan selaku Koordinator acara. []ian,rls