Duri (riauoke.com) Ujian Nasional (UN) 2015 yang dilaksanakan serentak di Indonesia, termasuk Kecamatan Mandau, Senin (13/4), berjalan lancar. Pantauan sementara, hampir seluruh sekolah SLTA di Mandau, jumlah keikutsertaan peserta didik dalam mengikuti UN 2015 seratus persen.
Yuliharyoto SPd, mengungkapkan jumlah siswa yang terdaftar sebagai peserta Ujian Nasional (UN) 2015 di SMAN 06 Mandau, mencapai 199 siswa,dengan komposisi 6 lokal IPA dan 5 lokal IPS. Pengawas yang bekerja sebagai pemantau berjumlah 22 orang dan sekolah menggunakan 11 ruangan ujian.
“Siswa IPA mencapai 97 orang dan IPS sebanyak 92 siswa.Sejam pukul 07.00 WIB pagi peserta didik sudah berada di dalam kelas masing-masing guna mendapatkan wejangan dan arahan. Selanjutnya secara serentak peserta didik masing-masing IPA dan IPS mulai mengerjakan soalan bahasa Indonesia UN 2015 pada pukul 07.30 WIN hingga 09.30 WIB. Untuk jam kedua peserta didik mengikuti mata terujikan kimia bagi IPA dan Geografi untuk siswa IPS,” jelasmya.
Sementara suasana miris terlihat di SMAS Nusantara di Kilometer 20 Desa Sebangar, pasalnya peserta UN 2015 hanya sebanyak 16 orang untuk peserta IPS sedangkan IPA kosong tanpa siswa.
Kepala SMAS Nusantara Nuraini mengakui, meski berbagai upaya sudah dilaksanakan dalam penjaringan tetap sekolah negeri menjadi pilihan utama bahkan estremnya jika siswa di negeri bermasalah dengan sikap dan watak sepertinya SMAS Nusantara menjadi pilihan mereka untuk melanjutkan pendidikannya.
“Kita hanya mempunyai 16 siswa yang ikut UN 2015,Alhamdulillah mereka semua hadir mengikuti ujian sebagaimana harapan segenap tenaga pendidik di sekolah,” katanya.
Tahun ini, bagi MA Darul Ulum sebagai bentuk pelepasan siswa kelas XII pertama mengingat sekolah masih baru,setidaknya 57 orang siswa terdaftar sebagai peserta UN 2015 dengan jurusan IPS sebanyak 35 anak dan IPA sebanyak 22 siswa.
“Kita menggunakan empat ruangan dengan menempatkan delapan tenaga pengawas,” sebut Teti selaku Kepala MA Darul Ulum Duri.
Sementara, SMKS Yapim, beda pemandangan sebab tidak satupun diperkenankan masuk sekolah termasuk jurnalis.
“Maaf pak, lagi ujian tidak diperkenankan masuk ke sekolah,” ujar salah seorang tenaga satpam yang bertugas.
Kegiatan lain di SMKN 1 Mandau, diketahui 335 orang siswa menjadi peserta UN 2015 dipastikan hadir seluruhnya bahkan ada kabar siswa yang tertahan atas satu kesalahan pihak kepolisian ikut ujian dan setelah selesai dikembalikan lagi ke tempat semula.
Dihari pertama ujian, SMKS Korpri Duri, dikunjungi Bupati Bengkalis, bahkan kepada kepala sekolah dan jajarannya,bupati mengakui tidak pernah diberitahukan keberadaan sekolah SMKS Korpri Duri yang terkesan mewah. Bahkan dalam kesempatan itu, pihak sekolah meminta bupati turut peduli dengan segera mungkin mengaspalkan jalan sekolah dengan tanggapan menjadi urusan camat di Kecamatan Mandau.
“Kita mempunyai 107 siswa terdiri dari akutansi sebanyak 51 orang,TKJ sebanyak 36 orang dan pemasaran 20 orang siswa.Mereka akan mengikuti ujian empat hari di luar jadwal tiga hari umum sebab Kamis (16/4) SMKN1 akan menggelar Teori Kejuruan (TK),” cerita Kepala SMKS Korpri Duri,Dra Yusniarti,Senin (13/4) di sela-sela memantau siswa ujian,sebab sejam dari waktu yang telah ditentukan Bupati Bengkalis sidak di SMKS Korpri Duri.
Menarik lainnya,SMAS Darma Bhakti Duri di Jalan Karet,Kelurahan Air Jamban,Kecamatan Mandau,jumlah siswa yang ikut sebagai peserta Ujian Nasional mencapai 59 orang,sejauh ini di hari pertama berjalan tertib dan lancar.
Di tempat terpisah lainnya,Kepala SMAN 04 Mandau,Haem Basrian SPd mengatakan rasa syukur yang ada sebab peserta didiknya seluruhnya mencapai 331 orang hadir mengikuti helat ujian di sekolahnya.
“Kita mempunyai 331 siswa peserta UN 2015,melibatkan 34 orang pengawas dari 17 lokal sebagai mitra kerja sekolah dalam menggelar kegiatan ujian.Ujian serius dan sungguh-sungguh maka siswa diajak untuk tetap punya pendirian tanpa mneghiraukan ada kunci dan soalan yang beredar di luaran sekolah,”ungkapnya.
Lain di SMAN 09 Mandau,Aspandiar SPd dalam kesempatan itu mengatakan jika siswa yang terdaftar sebagai peserta UN 2015 mencapai 63 orang siswa dengan menggunakan empat ruangan.
“Kelas IPA berjumlah 33 orang dengan perincian 20 siswa laki-l;aki dan 13 perempuan.Mereka yang beragama Islam mencapai 22 orang siswa dan kristen protestan sebanyak 11 siswa.Sedangkan siswa yang berada di jurusan IPS berjumlah 30 orang dengan rincian 20 siswa laki-laki dan 10 perempuan dengan 22 orang beragama Islam,kristen protestan 7 orang,kristen katolik 1 siswa,” jelasnya.[]jonish