Duri (riauoke.com)-Sistem penerimaan siswa baru sistem online di SMAN 02 Mandau, membingungkan para orang tua. Sistem itu menuai protes sehingga membuat Lurah Gajah Sakti turut angkat bicara.
“Sistem itu menuai protes keras warga di luar RW 03 Kelurahan Gajah Sakti, sebab dari 11 RW yang ada di lingkungan SMAN 02 Mandau, hanya RW 03 saja yang mendapatkan perhatian dan menjadi calon siswa baru. Kondisi ini tidak dapat diterima warga yang berada di 10 RW lainnya,” ujar Ketua RW 08 Sofyan Sory ketika dimintai keterangannya di Aula Kelurahan Gajah Sakti, Senin (15/6/15).
Lurah Gajah Sakti Ilham sangat terkejut dengan kedatangan puluhan orang tua untuk minta pihak kelurahan turun tangan menyelesaikan persoalan siswa yang tidak diterima pihak sekolah. Sikap itu disesalkan lurah atas pilih kasihnya sekolah.
“Kita sangat menyesalkan sekolah yang hanya memberlakukan RW 03 Gajah Sakti saja yang dapat di terima di SMAN 02 Mandau selaku lingkungan. Padahal kelurahan kita mempunyai 11 RW seluruhnya dan kebetulan tahun ini,siswanya pada tamat SLTP dan melanjutkan pendidikannya ke SLTA dan sekolah jadi pilihan SMAN 02 Mandau,” ungkapnya.
Sementara itu, hasil rekapitulasi jumlah wali murid yang datang meminta surat keterangan tempat tinggal atau domisili di Gajah Sakti pada Jumat (12/6) lalu mencapai 48 orang, belum terhitung Senin (15/6) sudah mencapai 24 orang yang dilayani. Hingga berita diturunkan, dipastikan akan terus bertambah.