DURI (riauoke)-Bangunan bertingkat dua diperuntukan bagi proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dibuat melalui anggaran APBD Kabupaten Bengkalis tahun 2014, sejak Januari 2015 sudah di pakai pihak SMA Negeri 04 Mandau. Bukan masalah bangunan yang jadi sorotan siswa atau guru di sekolah, namun bangunan yang dikerjakan tidak berlantaikan bahan keramik baik di lantai dua maupun satu termasuk teras-teras pendukung lantai.
"Kondisi ini menjadi persoalan tersendiri bagi pihak sekolah, terutama persoalan debu yang kerap menyulitkan sekolah diterbangkan angin hingga hinggap di seluruh teras sekolah.Setiap hari sebelum jam belajar di mulai,siswa sudah bergotong-royong dalam bersih-bersih ruangan keras dan teras," kata Haem Basrian SPd, Jumat (7/8).
Menurutnya, sejak bangunan diserahkan pihak pemborong,bangunan yang dikerjakan tidak diserahkan dalam kondisi punya ubin dan meramik di halaman kelas dan ruangan teras termasuk meja dan kursi. Melalui perbaikan meja-meja dan kursi yang rusak dan seadanya pihak sekolah sudah berupaya memenuhi enam lokal dengan perlengkapannya.
"Pihak sekolah,tidak mungkin menunggu lebih lama pengadaan kursi dan meja sebab proses KBM sudah harus dilaksanakan maka melalui kebijakan sekolah melakukan perbaikan saja terhadap kursi-kursi yang rusak selama ini,termasuk meja sehingga memenuhi enam lokal," jelasnya.
Haem berharap,adanya perhatian pihak terkait dalam upaya membantu pengadaan keramik agar ruangan dan teras sekolah dapat di rubah dengan pemakaian ubin.Jika dihitung jumlah yang dibutuhkan sangat banyak namun demikin sekolah tentu sangat ingin ada celah dari Pemerintahan Daerah (Pemda,Red) untuk dapat mendukung program dan proses kelancaran dunia pendidikan di sekolah termasuk di SMAN Negeri 04 Mandau.[]Jonish