DURI (Riauoke.com)-Kepala SDN 65 Petani, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis menyebutkan sekolah yang dipimpinnya sudah digunakan sejak tahun 1985 lalu, dibangun sebelumnya atas partisipasi aktif PT CPI di tahun 1984. Dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) hingga sekarang bangunan susun sirih masih digunakan sebab sekolah tidak mempunyai bangunan lain untuk tempat belajar anak-anak.
Demikian disebutkan oleh Irnawati SPd, Senin (24/8) saat dijumpai di ruangan kerjanya.
Menurutnya, upaya sekolah belum berhenti untuk mendapatkan bantuan rehabilitasi total bangunan SDN 65 Petani yang masih berdindingkan papa susun sirih itu. Berbagai upaya sudah dilaksanakan namun sejauh ini bantuan yang diharapkan belum juga turun sehingga sekolah harus menggunakan bangunan lama.
"Saya bersama jajaran sekolah sudah berupaya mengajukan permohonan bantuan untuk rehab total sekolah yang ada sehingga bangunan lama ini dapat di ganti dengan lebih permanen," katanya.
Menjawab jumlah murid yang ada di sekolahnya,Irnawati mengatakan untuk jumlah murid yang menjadi anak asuh diSDN 65 Petani mencapai 225 orang (Kelas I s/d VI).
"Di sini muridnya 60 persen adalah warga Suku Sakai," tambahnya.
Praktek belajar di sini agak beda di sekolah lain, bagi murid yang tidak masuk hingga tiga bulan nama tetap ada di sekolah bahkan terus ditunggu dan pada periode keempat bulannya anak kembali masuk untuk belajar. Kondisi anak yang bekerja dan membantu orang tuanya menjadi salah satu alasan dan kendala sekolah yang untuk dapat melihat murid masuk di sekolah sepanjang harinya.
"Ya begitulah, anak-anak tak masuk sangat lama, namun di saat benar-benar ditiadakan namanya anak kembali masuk adn bersekolah dengan alasan selama mereka tidak sekolah disebabkan membantu orang tua di ladangnya. Sekolah tidak serta merta menolak mereka namun tetap memberikan kesempatan untuk masuk dan bersekolah," tegasnya. []Jonish