Riau Tak Rasakan Apa-apa
Meskipun hasil bumi Riau khususnya dalam hal minyak bumi sudah memberikan banyak devisa bagi negara, sayangnya sebagian besar masyarakat Riau tidak merasakan apa-apa selain persoalan-persoalan sosial dan kultural. Setelah tanah mereka diserahkan untuk dieksploitasi, jalan-jalan mereka tetap licin berlumpur. Kabut asap melingkupi negeri selama berbulan-bulan saat musim kemarau. Demikian pendapat Ketua LAM Riau Al Azhar.
Karena itulah, membicarakan tentang ketahanan energi haruslah mencakup ranah etik dan logis. Ketika masyarakat yang hidup di daerah yang katanya memiliki cadangan minyak bumi yang banyak, mereka juga dapat merasakan dampak baiknya. Fenomena yang dirasakan sebagian warga Pekanbaru adalah, harga-harga yang 'memuai' naik saat mereka tahun orang-orang di Chevron baru saja gajian, biasanya di akhir bulan. Ironisnya, justru pada saat itu daya beli masyarakat umum sedang lemah, karena mereka menerima gaji di awal bulan.