Duri - Hingga hari kedua Selasa (26/4), Ujian Nasional (UN) di SMPN 3 Mandau berjalan lancar. UN tersebut diikuti 527 orang siswa. Terdiri dari 243 orang laki-laki dan 285 orang perempuan. Dua calon peserta lainnya tak ikut UN. Kepala SMPN 3 Mandau, Edi Sakura SPd, MPd menyebut, kedua siswanya itu sudah drop out. "Karena sudah DO, otomatis dia tak bisa ikut," katanya.
Hari pertama Senin (25/4) lalu, pelaksanaan UN di salah satu SMP favorit di Kota Duri ini tidak menemui kendala berarti. Namun pada hari kedua Selasa (26/4) kemaren ada sedikit masalah. Lembar jawaban UN (LJUN) kurang 20 lembar. Masing-masing 10 lembar untuk ruang ujian 10 dan 12. "Namun itu tak menjadi masalah besar. LJUN cadangan bisa digunakan sehingga ujian siswa tidak terkendala," tambah Edi Sakura.
Selama dua hari pelaksanaan UN, tidak ditemukan adanya kecurangan di SMPN 3 Mandau. Dalam pantauan di lapangan, para pengawas ruangan tampak berupaya maksimal. Begitu pula pengawas independen yang turut memantau keadaan. Setiap tamu yang datang untuk memantau dipersilakan masuk pekarangan. Meski begitu, mereka sama sekali tidak diperkenankan masuk ruang ujian.
Para tamu yang datang memantau juga mendapat servis yang memuaskan dari Kepala Sekolah, Edi Sakura SPd, MPd. Ruang kerjanya yang tertata rapi terbuka untuk setiap tamu yang ingin bertanya dan mendapatkan informasi tentang pelaksanaan UN. Tak hanya itu, minuman segar dan kue-kue ringan pun disediakan. "Ini merupakan salah satu upaya kita untuk memuliakan setiap tamu yang datang," ucap Sekretaris Panitia UN SMP/MTs Sub Rayon 5 Mandau ini.
Dari segi jumlah peserta, SMPN 3 Mandau tahun ini juga mencatatkan rekor tersendiri. Dari 34 sekolah penyelengara UN tingkat SMP/MTs di Mandau, jumlah peserta dari sekolah ini menduduki rangking teratas, yakni 529 siswa. Tempat kedua diduduki SMPN 8 Mandau dengan jumlah peserta sebanyak 399 orang. Tempat ketiga dan keempat masing-masing diisi SMPN 1 (357 orang) dan SMPN 2 Mandau (342 orang). []saiful