Â
Mewakili masyarakat, dia berharap pemerintah kampung turun tangan mengatasi banjir. Menurut dia, parit yang tersumbat itu berada di Jalan Ibrahim sepanjang sekitar 700 meter tersumbat akibat air Sungai Sialang Para. Jadi PDAM tidak bisa menahan luapan debitan air Sungai di PDAM itu karena sanitasi lingkungan tidak pas.
Â
"Kemarin tuan tanah tak mau kasih gali alat escavator dengan alasan takut runtuh. Pemerintah kampung harus mencari jalan atau solusi dengan cara mengeruk parit atau membersihkannya dan menggali gunakan alat berat supaya air dapat mengalir. Ini tidak, karena parit banyak yang tersumbat itu penyebab rawan kebanjiran di kampung kami ini," katanya.