Dengan pendekatan ekonomi inklusif—menjamin akses setara terhadap peluang, memberdayakan kelompok rentan, dan membangun kemandirian—panitia berharap peserta mampu mengubah keterampilan shoecare menjadi sumber pendapatan.
Erik Akmal, Ketua Panitia, menyatakan, "Kami ingin mendorong kemandirian ekonomi sekaligus menghapus stigma terhadap penyandang disabilitas melalui keterampilan sederhana namun potensial dalam dunia bisnis." Ia menambahkan, "Harapan kami, keterampilan shoecare ini dapat membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan teman-teman disabilitas secara berkelanjutan."