Pekanbaru, riauoke.com - Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, PhD, melakukan kunjungan kerja ke Universitas Lancang Kuning (Unilak) pada Sabtu, (28/2025). Kunjungan ini berfokus pada dukungan peningkatan akses dan kualitas pendidikan.
Prof. Brian disambut langsung oleh Ketua Yayasan Pendidikan Raja Ali Haji Prof Dr Irwan Effendi dan Rektor Unilak Prof Dr Junaidi beserta jajarannya. Kegiatannya, dikemas dalam dialog bertema "Mewujudkan Pendidikan Inklusi, Aksesibilitas, dan Kesetaraan di Perguruan Tinggi," bersama anggota Komisi X DPR RI Dr Hj Karmila Sari.
Mendiktisaintek mengapresiasi langkah Unilak, menegaskan bahwa negara telah memiliki landasan hukum kuat sejak 1990-an untuk kesetaraan pendidikan, termasuk bagi disabilitas. Ia merujuk pada UU No. 8 Tahun 2016 (pendidikan inklusif, kewajiban ULD), UU No. 20 Tahun 2003 (hak setara pendidikan berkualitas), dan Permendikbud Ristek Tahun 2023 (wajibnya pembentukan ULD).
Prof Brian memaparkan data bahwa baru 149 dari 4.000 perguruan tinggi di Indonesia memiliki ULD, dan hanya 249 perguruan tinggi yang memiliki mahasiswa disabilitas, dengan total 3.582 mahasiswa disabilitas di seluruh Indonesia. Unilak disebut sebagai percontohan aktif dalam pengembangan layanan disabilitas.
Dia menegaskan komitmen pribadinya untuk membantu, termasuk rekomendasi kerja bagi lulusan disabilitas dan beasiswa LPDP ke luar negeri bagi yang berprestasi.