
Bandar Seikijang (riauoke.com) Pertemuan Konsolidasi Forum Multi-Stakeholder (FMS) Program Inklusi Tahun 2025 digelar pada Jumat, 19 Desember 2025, bertempat di Hotel Vave, Jalan Pinang, Pekanbaru, Riau. Kegiatan ini menjadi ajang penguatan koordinasi lintas wilayah dalam mendorong pemenuhan hak-hak kelompok rentan melalui pendekatan inklusif dan partisipatif.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Manager PSSW Provinsi Riau, Amziah, beserta jajaran PSSW Provinsi Riau. Dalam kegiatan ini, PSSW mengundang perwakilan dari tiga kabupaten/kota, yakni Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Rokan Hilir. Desa yang terlibat meliputi Desa Muda Setia (Kampar), Desa Taratak (Rokan Hilir), dan Desa Sungai Nyamuk.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan perkenalan dari masing-masing kelompok desa yang hadir. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat jejaring antarwilayah serta berbagi pengalaman lapangan dalam pelaksanaan Program Inklusi di tingkat desa dan kecamatan.
Narasumber utama dalam pertemuan ini adalah Hendri dari UPTD Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Riau. Dalam pemaparannya, ia menyoroti tantangan serius terkait perkawinan usia anak di Riau. Menurutnya, anak yang menikah di usia dini cenderung belum matang secara emosional, mudah mengalami konflik, kesulitan menyelesaikan masalah, serta berisiko putus sekolah.