
Langkah kesiapsiagaan ini juga didorong oleh perkembangan situasi di Provinsi Riau. Sejumlah daerah telah meningkatkan status kewaspadaan terhadap Karhutla seiring meningkatnya potensi kebakaran. Hingga awal Maret 2026, lima kabupaten di Riau telah menetapkan status siaga darurat Karhutla, yaitu Pelalawan, Indragiri Hilir, Bengkalis, Siak, dan Kampar, sebagai bagian dari langkah antisipasi untuk mencegah munculnya kabut asap pada musim kemarau.
Sebagai bagian dari dukungan sektor swasta terhadap upaya pemerintah tersebut, PT Arara Abadi, unit usaha APP Group, serta mitra pemasoknya turut berpartisipasi dalam apel siaga ini dengan menurunkan personel dan peralatan pemadam kebakaran. Keterlibatan perusahaan mencerminkan komitmen dunia usaha dalam mendukung upaya kolektif menjaga Provinsi Riau tetap bebas dari kabut asap.
Dalam apel ini, PT Arara Abadi menurunkan 100 personel pasukan inti yang terdiri dari Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Regu Pemadam Kebakaran (RPK), serta 22 personel pendukung dari fungsi operasional seperti Fire Operation Management (FOM), teknologi informasi, dan tim logistik.
Selain itu, perusahaan juga menyiagakan berbagai peralatan pemadaman seperti 16 unit mesin pompa air, 5 unit Sambunesia untuk pemadaman di lahan gambut, 92 roll selang pemadam, 27 unit breeching, serta 30 unit nozzle yang menjadi bagian dari kesiapan operasional menghadapi potensi kebakaran.
Dalam apel siaga ini, PT Arara Abadi juga menampilkan 1 unit airboat amfibi yang digunakan untuk mobilisasi tim di wilayah rawa dan lahan gambut, serta 1 unit helikopter water bombing jenis Kamov Ka-32 A11BC dengan registrasi PK-KIN yang memiliki kapasitas angkut air hingga 4.000 liter untuk mendukung pemadaman dari udara.