
“Apel siaga ini merupakan simbol kesiapsiagaan bersama. Namun yang lebih penting adalah kerja nyata di lapangan melalui penguatan sistem pencegahan, pemantauan, dan respon cepat. Kami terus meningkatkan kesiapan personel, peralatan, serta integrasi teknologi pemantauan agar potensi kebakaran dapat dideteksi dan ditangani sejak dini,” ujar Fire Operation Management Head PT Arara Abadi, Richard.
Richard menjelaskan bahwa perusahaan bersama mitra pemasok APP Group menerapkan pendekatan Integrated Fire Management, yang mencakup strategi pencegahan, kesiapsiagaan, deteksi dini, dan respon cepat dalam pengendalian Karhutla.
Di wilayah Riau, kesiapsiagaan ini diperkuat melalui ribuan personel Regu Pemadam Kebakaran yang disiagakan oleh PT Arara Abadi bersama mitra pemasok APP Group, serta dukungan berbagai sarana operasional seperti kendaraan patroli darat dan air, menara pemantau api (fire tower), serta teknologi pemantauan berbasis drone dan thermal camera yang memungkinkan deteksi dini titik panas secara lebih cepat dan akurat.
Seluruh sistem pemantauan tersebut terintegrasi dengan Situation Room yang berfungsi sebagai pusat komando dan pengendalian operasi. Melalui fasilitas ini, tim operasional dapat memantau perkembangan hotspot secara real time, menganalisis potensi risiko kebakaran, serta mengoordinasikan respons lapangan secara cepat dan terukur apabila terdeteksi indikasi kebakaran.