
Menurutnya, Al-Qur’an bukan sekadar bacaan yang dilantunkan dengan indah, tetapi juga pedoman hidup yang mengajarkan nilai kejujuran, persaudaraan, keadilan, dan kepedulian sosial.
“Jika nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar kita hidupkan, insyaAllah masyarakat akan lebih damai, lebih peduli, dan lebih kuat menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.
Bupati Anton juga menitipkan harapan besar kepada generasi muda Rokan Hulu agar tidak menjauh dari Al-Qur’an di tengah gempuran teknologi dan budaya global. Ia menegaskan bahwa masa depan daerah akan sangat ditentukan oleh generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual.
Sementara itu, siraman rohani disampaikan oleh Prof. Dr. Muhammad Syaippudin, M.Ag, Guru Besar UIN SUSKA Riau. Dalam tausiyahnya, ia mengulas sejarah turunnya Al-Qur’an sekaligus mengingatkan bahwa kitab suci tersebut bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana semakin khusyuk ketika kegiatan dilanjutkan dengan mengaji bersama, sebuah tradisi spiritual yang terus dijaga sebagai identitas religius masyarakat Rokan Hulu.
Tak hanya berhenti pada tausiyah dan doa, malam penuh keberkahan itu juga diisi dengan aksi nyata kepedulian sosial. Bersama perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu, Bupati dan Wakil Bupati menyerahkan berbagai bantuan secara simbolis, di antaranya:
* 100 mushaf Al-Qur’an untuk memakmurkan Masjid Agung Islamic Center
* Santunan kepada 20 anak yatim melalui Baznas Rokan Hulu
* Bantuan bagi para mubaligh dan mubalighah sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka dalam menyebarkan syiar Islam