
KUANTAN SINGINGI (Riauoke.com)- Di tepian Sungai Kuantan, Desa Koto Benai dikenal sebagai salah satu desa tertua di wilayah Kenegerian Benai. Dari desa yang masih lekat dengan kehidupan masyarakat agraris ini, kelompok ternak sapi binaan program Community Development (CD) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) tumbuh menjadi harapan baru bagi warga untuk meningkatkan perekonomian keluarga.
Perjalanan kelompok ternak ini dimulai pada tahun 1999, saat program CD RAPP masuk ke Desa Koto Benai, Kecamatan Benai. Pada saat itu, Kabupaten Kuantan Singingi baru saja mekar dari Kabupaten Indragiri Hulu. Tahun yang sama juga menjadi awal terbentuknya Kelompok Ternak Ingin Maju yang pada awal pembentukannya beranggotakan 28 orang warga Desa Koto Benai.
Sebelum bantuan hibah sapi disalurkan, CD RAPP terlebih dahulu memberikan bimbingan, pelatihan, hingga studi banding kepada anggota kelompok. Setelah melalui proses tersebut, pada tahun 2001 sebanyak 10 kepala keluarga (KK) menerima bantuan masing-masing tiga ekor sapi, terdiri dari dua sapi betina dan satu sapi jantan, dengan total bantuan mencapai 30 ekor sapi yang nantinya digulirkan kepada anggota kelompok lainnya.
Bagi masyarakat Desa Koto Benai, beternak sapi bukan sekadar aktivitas sampingan, melainkan bagian dari kehidupan yang telah diwariskan turun-temurun sejak zaman nenek moyang. Hampir setiap hari, warga terbiasa menggembalakan ternak dan mencari pakan sebagai bagian dari rutinitas yang menyatu dengan kehidupan masyarakat.
Setelah lebih dari dua dekade berjalan, kini Kelompok Ternak Ingin Maju diketuai oleh Zaharatul Aini (56). Perempuan yang akrab disapa Ratil ini memimpin Kelompok Ternak Ingin Maju sejak tahun 2010 dan juga merupakan salah satu anggota awal saat kelompok ini dibentuk, sehingga menjadi saksi perjalanan perkembangan kelompok ternak tersebut hingga saat ini.