×
HOME / Pilih Kategori
Berbuka di Masjid Nabawi Medinah, Menembus Sekat Perbedaan dalam Kesetaraan
Minggu, 8 Maret 2026 | 00:19:09 WIB
Editor : | Penulis : hkm
Sekitar satu setengah jam sebelum azan Maghrib berkumandang, suasana Masjid Nabawi mulai sibuk. Para jamaah mengisi waktu dengan mengaji

Kita cukup duduk manis, membaca Al-Qur'an, atau beristirahat sembari menunggu waktu berbuka dengan tenang. Ma sya Allah...

 Jujur saja, awalnya menu yang dihidangkan terasa sedikit asing bagi lidah orang Indonesia. Jika di tanah air kita terbiasa dengan kolak dan minuman manis, di Madinah tidak demikian. Menu wajib tentu saja kurma dan air Zamzam, didampingi air jahe serta roti besar khas Arab yang dipotong-potong.

Cara makannya pun unik, dipadukan dengan yogurt dan campuran pemanis lainnya. Meski awalnya asing, lama-kelamaan sajian ini justru membuat ketagihan.

Baca :

Setelah berbuka selama kurang lebih 30 menit, barulah Shalat Maghrib dimulai. Perjalanan ibadah tidak berhenti di sana. Mengingat Shalat Tarawih di Masjid Nabawi baru selesai sekitar pukul 23.30 waktu setempat, manajemen fisik menjadi kunci.

Saya dan rombongan biasanya kembali ke hotel setelah Maghrib untuk mengisi tenaga dengan nasi biryani. Setelah itu, kami kembali bersiap menuju Nabawi untuk melanjutkan rangkaian ibadah Shalat Isya, Tarawih, hingga tadarus hingga tengah malam.


Pilihan Editor
Berita Lainnya
Ekonomi
Nasional
Internasional
Gambar Artikel
Komandan PMPP TNI kunjungi korban luka di Lebanon 
Minggu, 5 April 2026 | 13:05:00 WIB
Travelling
Daerah