
Ujung Batu, Riauoke.com — Di tengah persoalan sampah yang kian mengkhawatirkan, semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan dengan nyata. Rabu (1/4/2026), jajaran PPM-RYP Yon 310 Rohul di bawah komando Koramil 08/Tandun yang dipimpin Kapten Inf. A. Sembiring, turun langsung melaksanakan Kegiatan Karya Bakti TNI Zero Waste.
Kegiatan yang berada dalam naungan Kodim 0313/KPR melalui Koramil 08/Tdn ini bukan sekadar aksi bersih-bersih biasa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi seruan moral, bahwa persoalan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga soal kesadaran, tanggung jawab, dan masa depan lingkungan hidup.
Aksi sosial tersebut melibatkan berbagai unsur penting di Kecamatan Ujung Batu. Hadir dalam kolaborasi itu unsur UPIKA Kecamatan Ujung Batu, di antaranya Camat Ujung Batu, Kapolsek Ujung Batu, pihak Kelurahan Ujung Batu, Unit Damkar Ujung Batu, serta masyarakat Kampung Baru Bawah, Kelurahan Ujung Batu.
Pasar Baru Jadi Sasaran, Sampah Jadi Ancaman Nyata
Sasaran utama kegiatan Karya Bakti kali ini adalah Pasar Baru Ujung Batu, salah satu pusat aktivitas masyarakat yang setiap hari ramai dipadati warga. Namun di balik denyut ekonomi yang hidup, tumpukan sampah menjadi ancaman nyata yang tak bisa lagi dipandang sebelah mata.
Dengan penuh semangat, para personel TNI, aparat pemerintah, petugas, dan masyarakat bahu-membahu membersihkan area pasar dari sampah yang berserakan. Pemandangan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya disuarakan, tetapi harus dibuktikan dengan tindakan nyata.
Kapten Inf. A. Sembiring: Kebersihan Bukan Pilihan, Tapi Kewajiban
Dalam kegiatan tersebut, Danramil 08/Tdn Kapten Inf. A. Sembiring menegaskan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan publik seperti pasar.
Menurutnya, lingkungan yang bersih bukan hanya menciptakan kenyamanan, tetapi juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.
“Kebersihan lingkungan harus menjadi kesadaran bersama. Terutama di Pasar Baru Ujung Batu, yang setiap hari menjadi pusat aktivitas warga. Di dalam tubuh yang sehat, terdapat pikiran yang sehat. Karena itu, menjaga kebersihan bukan pilihan, melainkan kewajiban,” tegasnya.
Pernyataan itu menjadi pengingat keras bagi siapa pun yang masih menganggap sepele persoalan sampah.
Jangan Tunggu Banjir dan Penyakit Datang Baru Sadar
Masalah sampah yang dibuang sembarangan, terutama di pinggir jalan, parit, hingga sungai, selama ini menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya selokan dan drainase. Akibatnya, ketika hujan turun, air meluap dan banjir pun tak terhindarkan.
Lebih dari itu, sampah juga menjadi sumber penyakit, merusak pemandangan, dan mencerminkan rendahnya kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Kegiatan Karya Bakti TNI Zero Waste ini pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi benar-benar menjadi tamparan kesadaran bagi masyarakat agar mulai berubah.
Jadilah Contoh, Jangan Jadi Penyebab Masalah
Semangat yang ditunjukkan TNI bersama seluruh unsur di Ujung Batu hari ini seharusnya menjadi contoh nyata bahwa menjaga lingkungan adalah tugas bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau petugas kebersihan.
Sudah saatnya masyarakat berhenti menjadikan jalan raya, selokan, dan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Sebab, ketika lingkungan rusak, yang pertama merasakan dampaknya adalah masyarakat itu sendiri.
Kegiatan ini menjadi pesan kuat: kalau ingin daerah bersih, sehat, dan bebas banjir, maka kesadaran harus dimulai dari diri sendiri.[]spr