
"Pemerintah desa jangan tidur! Mesin pompa, selang, dan MPA (Masyarakat Peduli Api) harus dalam kondisi siaga tempur. Kita berpacu dengan waktu," ujar Anang lugas.
Senada dengan itu, Kapolsek Kabun *AKP Efendi Lupino* mengingatkan bahwa ramalan BMKG bukanlah gertakan sambal. Kemarau panjang sudah di depan mata. Tanpa sinergi yang solid antara TNI, Polri, dan warga, Rokan Hulu hanya akan menjadi "ladang pembantaian" ekologis.
Komitmen Harga Mati
Zulfikri dari Manggala Agni memastikan bahwa personelnya siap berjibaku di garis depan. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan mereka bergantung pada satu hal: Kesadaran nurani masyarakat.
Rapat koordinasi hari itu berakhir dengan satu komitmen yang mengkristal. Rokan Hulu tidak ingin lagi melihat anak-anak kecil belajar di bawah lindungan masker di dalam rumah, atau orang tua yang sesak napas karena ego pembakar lahan.
Kini, bola panas ada di tangan seluruh elemen masyarakat. Apakah kita akan menjaga hijau hutan ini, atau membiarkannya berubah menjadi abu dan tangisan.