
Rasa cemas yang akut kini menyelimuti setiap sudut desa. Anak-anak dilarang bermain keluar, dan para petani hanya bisa menatap nanar kebun mereka dari kejauhan.
Tagih Nyali BKSDA Riau: Jangan Tunggu Ada Korban Jiwa!
Hingga detik ini, warga hanya bisa menaruh harapan pada secarik doa dan bantuan yang tak kunjung tiba. Keberadaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau kini dipertanyakan. Warga menuntut aksi nyata, bukan sekadar imbauan di atas kertas.
Jangan sampai ego birokrasi dan lambatnya respon memicu tragedi berdarah. Warga mendesak BKSDA Riau segera turun ke lokasi, mengevakuasi beruang tersebut kembali ke habitatnya, dan mengembalikan hak warga untuk hidup tanpa rasa takut.
Jangan tunggu ada nyawa yang melayang hanya untuk membuktikan bahwa situasi ini darurat![]sp