
PANGKALANKERINCI (Riauoke.com) – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) terus memperkuat upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui tata kelola air yang inklusif dan berbasis sains. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, meninjau langsung sistem berbagi air (water sharing) dan pemantauan emisi di area operasional PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.
Menteri Jumhur menegaskan bahwa pencegahan karhutla memerlukan pendekatan kolaboratif yang tidak hanya berfokus pada kawasan konsesi, tetapi juga menjangkau wilayah masyarakat di sekitarnya.
"Kita melihat mitigasi bencana kebakaran lahan, kolaborasi antara korporasi dengan masyarakat. Dan hari ini kita melihat juga bagaimana water management atau tata kelola air, untuk memastikan gambut-gambut atau lahan gambut ini terairi tidak hanya pada kawasan konsesi, tetapi juga pada kawasan masyarakat. Itu yang terjadi," ujar Menteri Jumhur.
Dalam peninjauan tersebut, Menteri Jumhur melihat langsung sistem pengelolaan tata air gambut yang dilakukan melalui pembagian zona berdasarkan keseragaman elevasi lahan. Infrastruktur hidrologi seperti pembangunan dan pemeliharaan sekat kanal serta pemantauan tinggi muka air terus disempurnakan untuk menjaga kondisi gambut tetap basah, sehingga risiko karhutla dapat ditekan seminimal mungkin.
Selain itu, KLH/BPLH juga memberikan perhatian pada pentingnya keterbukaan data ilmiah dalam mendukung mitigasi perubahan iklim. Di lokasi, Menteri Jumhur meninjau operasional menara pemantauan gas rumah kaca (GRK) yang mengukur laju aliran karbon dioksida (CO₂) dan metana (CH₄) secara waktu nyata (real-time). Data hidrologi dan emisi tersebut menjadi landasan penting dalam penyusunan strategi pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan.
Menteri Jumhur menilai praktik yang diterapkan APRIL Group dapat menjadi contoh yang baik bagi industri lain dalam mengelola kawasan gambut dan memantau emisi secara berbasis data. Ia menekankan bahwa pengelolaan gambut tropis di Indonesia perlu terus dikembangkan melalui pendekatan ilmiah yang didukung oleh kolaborasi berbagai pihak.