
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung juga mengukuhkan kepengurusan tiga forum strategis, yakni FKUB Provinsi Lampung yang kembali dipimpin Prof. Dr. H. M. Bahruddin, M.A., FPK Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Darussalam, S.H., M.H., serta FKDM Provinsi Lampung yang diketuai Dr. Nanang Trenggono, M.Si.
Ketiga forum tersebut memiliki peran penting dalam mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan kondusif. FKUB berfokus pada penguatan kerukunan antarumat beragama, FPK mendorong pembauran berbagai suku dan etnis di Lampung, sedangkan FKDM bertugas melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG) yang dapat memengaruhi stabilitas daerah.
Dalam sambutannya, Gubernur Lampung menekankan pentingnya menjaga keberagaman sebagai modal utama pembangunan. Menurutnya, kemajemukan masyarakat Lampung harus menjadi kekuatan pemersatu, bukan sumber perpecahan.
Gubernur juga mengapresiasi capaian Provinsi Lampung dalam menjaga stabilitas keamanan, mengendalikan potensi konflik sosial, serta meningkatkan kualitas demokrasi. Dia berharap prestasi tersebut dapat terus dipertahankan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Selain itu, Gubernur meminta FPK, FKUB, dan khususnya FKDM untuk semakin aktif menyampaikan informasi yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada pemerintah daerah sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil kebijakan strategis guna mencegah munculnya konflik sosial.