
JAKARTA (Riauoke.com)– Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatihan untuk meningkatkan kapasitas pejabat senior kementerian dalam tata kelola sistem pangan dan pertanian yang berkelanjutan serta ketahanan pangan Indonesia.
Indonesia memiliki lebih dari 84.000 desa yang memegang peran kunci dalam upaya mencapai ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan, di antara prioritas lain yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Hampir setengah dari 287 juta penduduk negara tinggal di desa, di mana kemiskinan masih terkonsentrasi dan banyak penduduk bergantung pada pertanian sebagai petani kecil.
Untuk memperkuat tata kelola desa dalam mencapai berbagai tujuan ini, lokakarya ini membekali pejabat senior Kemendes PDT dengan keterampilan dan metode untuk mengembangkan dan menerapkan kebijakan dan intervensi berbasis bukti untuk mentransformasi sistem pangan dan pertanian Indonesia. Lokakarya ini juga diharapkan dapat mendukung rencana Kemendes PDT dalam mendirikan pusat-pusat keunggulan untuk pengembangan sistem pangan, di mana masyarakat pedesaan dapat belajar tentang pola pangan sehat, rantai nilai pangan, kesiapsiagaan darurat, dan pengembangan sistem pangan lokal.
"Indonesia adalah negara yang sangat luas dengan keragaman sistem pangan yang luar biasa. Kami berharap lokakarya ini menjadi wadah bagi kami untuk berbagi pengalaman internasional dan pengetahuan global yang difasilitasi oleh FAO," ujar Direktur Jenderal Pemberdayaan dan Pengembangan Daerah Tertinggal Kemendes PDT, Samsul Widodo.
"Transformasi sistem pangan dan pertanian merupakan konsep yang relatif baru, dan Kementerian Desa memiliki potensi untuk menerjemahkannya menjadi aksi nyata di tingkat akar rumput. Oleh karena itu, pelatihan ini penting bagi para pejabat senior kami selaku pengambil keputusan untuk memahami konsep sistem pangan yang terus berkembang serta mendorong aksi di tingkat akar rumput, termasuk melalui alokasi dana desa," tambahnya.