
“Kita sangat apresiasi dengan hadirnya kegiatan ini. Dimana selain memeriahkan Hari Bhayangkara, kegiatan ini juga bukti semangat nyata untuk melawan karhutla sesuai dengan tema yakni Riau Melawan Karhutla,” ungkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto di sela-sela acara.
Turut hadir dalam acara ini, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP. Kehadiran jajaran tinggi TNI ini mempertegas soliditas sinergitas TNI-Polri serta unsur Forkopimda di Riau dalam mengawal stabilitas keamanan dan kelestarian lingkungan di wilayah Bumi Lancang Kuning.
Animo masyarakat terhadap gelaran tahun ini terbukti sangat luar biasa. Tercatat sebanyak 15.000 peserta yang berasal dari berbagai komunitas lari, masyarakat lokal, pelari nasional, hingga mancanegara turun ke jalan untuk memeriahkan acara.
Adapun rincian dari total 15.000 peserta tersebut terbagi ke dalam tiga kategori: Kategori Half Marathon (21K): Diikuti oleh 2.511 pelari. Kategori 10K: Diikuti oleh 5.000 pelari. Kategori 5K: Diikuti oleh 7.569 peserta.
Ada yang unik dan sarat makna pada penyelenggaraan kali ini. Setiap peserta yang ikut serta berhak menerima cenderamata berupa boneka anak gajah yang diberi nama “Nona Seroja”. Boneka menggemaskan tersebut dirancang sedang membawa bibit pohon, sebuah simbol edukatif yang melambangkan pentingnya regenerasi hutan dan perlindungan terhadap satwa endemik dilindungi seperti Gajah Sumatera.