×
HOME / Internasional
Pekan Menyusui Sedunia 2026: Memperkuat Dukungan Menyusui bagi Setiap Ibu dan Bayi
Senin, 3 Agustus 2026 | 11:02:00 WIB
Editor : admin | Penulis : rls
Pada 13 Juli 2018 di Indonesia, Dr. Marito memperlihatkan kepada seorang ibu cara menggendong bayi saat menyusui di Unit Neonatal Rumah Sakit Umum Yowari, di Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. ©️ UNICEF/UN0248689/Noorani

Manfaat menyusui juga dirasakan oleh ibu maupun perekonomian secara luas. Menyusui memperkuat ikatan antara ibu dan bayi, sekaligus menurunkan risiko ibu mengalami kanker payudara, kanker ovarium, dan diabetes melitus tipe 2. Praktik menyusui yang optimal di Indonesia diperkirakan dapat mencegah lebih dari 8.000 kematian anak dan 4.200 kematian ibu setiap tahun, menghemat lebih dari US$60 juta biaya pelayanan kesehatan per tahun, mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk susu formula komersial hingga hampir US$600 juta per tahun, serta menghasilkan manfaat ekonomi hingga US$5 miliar setiap tahunnya. Oleh karena itu, investasi dalam menyusui bukan hanya menjadi prioritas kesehatan, tetapi juga merupakan investasi strategis bagi pembangunan sumber daya manusia dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah memperkuat kerangka kebijakan terkait menyusui melalui Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan beserta Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 sebagai aturan pelaksanaannya, serta Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan. Berbagai regulasi tersebut memperkuat perlindungan bagi ibu, dukungan terhadap pemberian ASI, serta pembatasan pemasaran dan promosi produk pengganti ASI, sejalan dengan International Code of Marketing of Breast-milk Substitutes dan berbagai resolusi Majelis Kesehatan Dunia.

Meskipun telah terjadi kemajuan, tantangan masih tetap ada. Banyak anak di Indonesia berhenti mendapatkan ASI sebelum mencapai usia yang direkomendasikan, yaitu dua tahun. Pemberian ASI hingga anak berusia sedikitnya dua tahun, disertai pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang tepat mulai usia enam bulan, tetap menjadi faktor penting untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan daya tahan tubuh anak.

Baca :

Setiap interaksi antara ibu, bayi, dan tenaga kesehatan merupakan kesempatan untuk mendukung keberhasilan menyusui. Dukungan tersebut perlu diberikan secara konsisten di seluruh rangkaian pelayanan kesehatan, mulai dari layanan antenatal, persalinan, perawatan pascapersalinan, imunisasi, pemantauan pertumbuhan, Posyandu, hingga Kelompok Pendukung Ibu.

Peluang untuk memperkuat dukungan menyusui di fasilitas pelayanan kesehatan juga masih sangat besar. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan bahwa meskipun hampir 90 persen persalinan di Indonesia berlangsung di fasilitas kesehatan, hanya sekitar satu dari empat bayi baru lahir yang mulai disusui dalam satu jam pertama setelah kelahiran. Memastikan setiap bayi memperoleh inisiasi menyusu dini dalam satu jam pertama kehidupan serta dukungan menyusui yang berkualitas sebelum meninggalkan fasilitas kesehatan akan membantu memberikan awal kehidupan terbaik bagi setiap anak.


Pilihan Editor
Berita Lainnya
kuansing
H-17, 51 Peserta Sudah Mendaftar ke Panitia Pacu Jalur Tepian Narosa
Senin, 3 Agustus 2026 | 10:58:00 WIB
Ekonomi
Nasional
Internasional
Gambar Artikel
Asia Dorong Produksi Akuatik ke Rekor Tertinggi
Rabu, 17 Juni 2026 | 15:20:00 WIB
Travelling
Daerah
Gambar Artikel
Ekspedisi Merah Putih Presisi Jangkau Pesisir...
Kamis, 30 Juli 2026 | 19:30:00 WIB