
Selain dukungan dari sistem kesehatan, keluarga juga memerlukan akses terhadap informasi yang akurat dan berbasis bukti mengenai pemberian makan bayi dan anak. Pemasaran susu formula bayi dan produk pengganti ASI yang dilakukan secara agresif dapat memengaruhi keputusan keluarga dalam memberikan makanan kepada bayi serta melemahkan kepercayaan diri ibu untuk menyusui.
Melalui peringatan Pekan Menyusui Sedunia tahun ini, UNICEF dan WHO di Indonesia menyerukan penguatan upaya untuk melindungi dan mendukung praktik menyusui, termasuk melalui implementasi dan penegakan kebijakan serta regulasi Indonesia yang telah kuat, sehingga para ibu dan keluarga dapat memperoleh manfaat secara optimal dari berbagai bentuk perlindungan dan dukungan yang tersedia.
Penguatan layanan kesehatan melalui Posyandu dan Kelompok Pendukung Ibu, serta penerapan kebijakan yang ramah keluarga seperti cuti orang tua yang memadai dan dukungan bagi ibu menyusui di tempat kerja, juga menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung keberhasilan menyusui. Setiap ibu juga harus memiliki akses terhadap konseling dan pendampingan yang berkualitas selama masa kehamilan, persalinan, hingga dua tahun pertama kehidupan anak.
Percepatan kemajuan membutuhkan komitmen yang berkelanjutan dari seluruh lapisan masyarakat agar setiap ibu dapat berhasil menyusui dalam lingkungan yang mendukung dan kondusif, serta setiap anak dapat tumbuh sehat dan mencapai potensi terbaiknya.[]rls