×
HOME / Nasional
Belajar dari Para CEO, 16 Perempuan Muda Siapkan Diri Jadi Pemimpin
Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:19:00 WIB
Editor : admin | Penulis : rls
Dwi Faiz Yulianti, Head of Programme UN Women Indonesia, bertukar pikiran dan berbagi pengalaman dengan para peserta perempuan muda dalam sesi “Ask the Leaders”. kredit foto: Medina Basaib/Pusat Informasi PBB (UNIC) Indonesia

Salah satu peserta, Dhea Umi Amalia (24), mengatakan bahwa pengalaman mengikuti CEO for a Day semakin menguatkan keyakinannya bahwa latar belakang bukanlah batasan untuk menjadi seorang pemimpin. Berasal dari keluarga sederhana—ayahnya bekerja sebagai sopir angkot dan ibunya merupakan lulusan SMP dari keluarga petani—Dhea berhasil menempuh pendidikan Kimia di Universitas Gadjah Mada, lulus cum laude sebagai lulusan tercepat di jurusannya, dan kemudian beralih karier ke bidang pemasaran. “Kesempatan untuk melakukan shadowing membuka mata saya bahwa kepemimpinan dibangun dari pengalaman, keberanian mengambil kesempatan, dan kemauan untuk terus belajar. Untuk para perempuan generasi pertama di luar sana, jangan biarkan dari mana kita berasal menentukan sejauh mana kita bisa melangkah. Berani bermimpi besar, mencari mentor, dan terus berinvestasi pada diri sendiri,” ujarnya.

Adapun berbagai organisasi yang turut berpartisipasi dalam inisiatif ini meliputi AHANA, Bee Well Indonesia, AmCham Indonesia, HHP Law Firm, HP Indonesia, Dynapack Asia, Selaras Logistik Indonesia, Kiroyan Partners, APP Group, TBS Energi Utama, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) Indonesia, UNESCO Indonesia, UNHCR Indonesia, UN Women Indonesia, dan Kantor Kepala Perwakilan PBB di Indonesia.

“Kepemimpinan tidak bisa dipelajari dari sekadar membaca buku teks. Ia tumbuh melalui paparan langsung, pengalaman, rasa ingin tahu, dan keberanian untuk bertanya,” kata Donna Priadi, Managing Director AmCham Indonesia. “Program CEO for a Day ini memberikan kesempatan kepada para perempuan muda untuk melihat bagaimana kepemimpinan benar-benar dipraktikkan di lapangan—menghadapi berbagai tantangan, keputusan sulit, serta tanggung jawab di balik setiap jabatan. Kami berharap pengalaman ini dapat mendorong mereka untuk mengejar cita-cita dengan penuh percaya diri dan menyadari bahwa mereka memiliki ruang tersendiri di jajaran kepemimpinan.”

Baca :

Acara penutupan ini diisi dengan penyampaian refleksi dari para peserta, gelar wicara (talk show) kepemimpinan, upacara penyerahan penghargaan, dan sesi interaktif “Ask the Leaders” , yang memberikan kesempatan bagi para peserta untuk berinteraksi langsung dengan para pemimpin perempuan dari sektor swasta maupun PBB.

“Sektor swasta memiliki peluang sekaligus tanggung jawab untuk terlibat dalam membangun generasi pemimpin perempuan berikutnya,” ujar Y. W. Junardy, Presiden UN Global Compact Network Indonesia (IGCN). “Kesetaraan gender harus lebih dari sekadar komitmen di atas kertas. Perusahaan-perusahaan harus menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, memperkuat jalur kepemimpinan bagi perempuan, menyediakan pendampingan kepemimpinan yang berarti, dan memastikan bahwa perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk maju dan berkembang. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana kolaborasi antara dunia usaha, PBB, dan generasi muda dapat mengubah prinsip-prinsip bersama menjadi tindakan nyata.”


Pilihan Editor
Berita Lainnya
hukum
DPO Narkoba Bersama Teman Pria Ditangkap Reskrim Polsek Mandau
Jumat, 16 Oktober 2026 | 21:52:00 WIB
sosial
Rektor UIR Dukung Penuh Pelaksanaan Seminar dan UKW JMSI Riau
Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:31:00 WIB
internasional
Dua petani perempuan Indonesia dinobatkan sebagai 100 Pahlawan Perempuan FAO
Jumat, 16 Oktober 2026 | 18:05:00 WIB
Ekonomi
Nasional
Gambar Artikel
Baznas Riau Disematkan Predikat Baznas Provinsi Terbaik 2026
Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:10:00 WIB
Internasional
Travelling
Daerah