
“Pacu Jalur memiliki nilai yang sangat kuat bagi masyarakat Kuantan Singingi. Selain menjadi bagian dari identitas budaya, tradisi ini juga mencerminkan semangat kebersamaan dan gotong royong yang melibatkan banyak pihak. Kami ingin terus mengambil bagian dalam mendukung keberlangsungan tradisi ini agar nilai-nilainya dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Wan Jakh.
Menurutnya, semangat kebersamaan dalam Pacu Jalur terlihat sejak proses persiapan hingga pelaksanaan perlombaan. Pembuatan jalur, persiapan tim, hingga penyelenggaraan perlombaan melibatkan partisipasi masyarakat sehingga tradisi tersebut tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Kuansing.
Sejalan dengan itu, RAPP juga memberikan dukungan kepada tiga jalur yang berada di wilayah operasional perusahaan dan akan berpartisipasi pada event Pacu Jalur Nasional 2026. Ketiga jalur tersebut yakni Jalur Limbago Sati Rantau Kuantan dari Desa Kopah, Kecamatan Kuantan Tengah; Jalur Sari Jadi Gementar Alam dari Desa Pulau Beralo, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang; serta Jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi dari Desa Sikakak, Kecamatan Cerenti.
Dukungan juga diberikan untuk penyelenggaraan Pacu Jalur tingkat rayon yang dilaksanakan menjelang event Pacu Jalur Nasional. Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya RAPP untuk turut mendukung tahapan kegiatan Pacu Jalur di tingkat masyarakat sebelum memasuki perhelatan utama.
Selain menjadi bagian dari agenda budaya masyarakat Kuansing, Pacu Jalur juga memiliki daya tarik yang lebih luas dan menjadi salah satu kegiatan yang memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat dari berbagai wilayah. Karena itu, keberlangsungan tradisi ini membutuhkan keterlibatan dan kolaborasi berbagai pihak, baik masyarakat, pemerintah maupun pihak pendukung lainnya.