
PEKANBARU (Riauoke.com)– Pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru mulai diarahkan tidak hanya untuk mengatasi persoalan lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi melalui penguatan ekosistem pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular.
Upaya tersebut dibahas dalam Waste Ecosystem Workshop bertajuk “Connecting the Dots: Dari Sampah Menjadi Sumber Daya, Peluang, dan Kolaborasi” yang digelar di Pekanbaru, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru bersama PUM Netherlands dan Yayasan SIKLUS.
Ketua Dewan Pengurus Yayasan SIKLUS, Hasan Supriyanto, mengatakan persoalan sampah tidak mungkin diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan berbagai pihak yang memiliki peran dalam rantai pengelolaan sampah.
“Pengelolaan sampah di manapun, termasuk di Kota Pekanbaru, diperlukan suatu ekosistem yang melibatkan banyak pihak,” kata Hasan.