
Diharapkan dari kerja sama dengan BRIN dan Dinas Perikanan Kampar ini, akan diperoleh benih unggul Ikan Baung Khas Kampar yang tersertifikasi.
"Benih terbaik ini nantinya akan dapat kita sebarluaskan ke masyarakat untuk dibudidayakan sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat," harapnya.
Peneliti Pusat Riset Zoologi Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Otong Zaenal Arifin dan Jojo Subagja, menjelaskan dalam proses seleksi ini, pihaknya menggunakan beberapa kelompok populasi ikan yang berasal dari famili berbeda.
Pengukuran dilakukan terhadap bobot individu, panjang standar, dan panjang total untuk mengetahui pertumbuhan serta kemampuan adaptasi masing-masing populasi.
Dari hasil pengukuran tersebut, sekitar 25 persen ikan dengan ukuran dan pertumbuhan terbaik dipertahankan sebagai calon induk untuk generasi berikutnya.