
Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai sebuah acara, tetapi menjadi momentum untuk terus menjaga silaturahim.
Suasana semakin cair ketika Roswita dan Anizar memandu berbagai permainan. Tebak judul lagu, menyambung lirik, pertanyaan tentang anggota grup, Maulid Nabi, hafalan Pancasila hingga pertanyaan unik lainnya membuat suasana dipenuhi tawa.
Sasmita, Ahmad Yantos Nahar, Sri Yanti, Marnis, Irwan Rizal, Nilawati dan Nurmawati menjadi peserta yang berhasil meraih kemenangan dalam berbagai permainan tersebut.
Kehangatan juga diberikan kepada alumni yang berdomisili di luar kota. Cenderamata diberikan kepada Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS, Ahmad Yantos Nahar dan Ir. Amnilis, M.Si. Penyerahan dilakukan oleh Dr. Hasnati, S.H., M.H.
Reuni pun ditutup dengan santap siang bersama. Namun, yang dibawa pulang para alumni bukan sekadar kenangan tentang hidangan atau rangkaian acara.
Mereka membawa kembali rasa persaudaraan yang pernah tumbuh di sekolah.
Puluhan tahun setelah meninggalkan bangku SMAN 2 Pekanbaru, para alumni membuktikan bahwa jarak dan waktu tidak selalu mampu menghapus persahabatan. Reuni menjadi cara sederhana untuk mengatakan bahwa kenangan masa sekolah masih hidup dan silaturahim masih layak terus dirajut.[]rls