
Rohul, Riauoke.com — Di tengah ambisi menghadirkan wajah baru pendidikan melalui pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SMT) pada 2027, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, masih dihadapkan pada kenyataan pahit: ribuan ruang kelas di daerah itu berada dalam kondisi rusak.
Persoalannya bukan sekadar soal gedung. Di balik dinding sekolah yang lapuk, atap yang membutuhkan perbaikan dan ruang belajar yang tak lagi ideal, ada masa depan anak-anak Rohul yang setiap hari dipertaruhkan.
Inilah pekerjaan rumah besar yang mengemuka dalam Talk Show “Surambi Nogori, Bupati Menyapa: Bersama Membangun Negeri” yang digelar Diskominfo Rokan Hulu di Studio II Diskominfo, Selasa (8/9/2026).
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Rokan Hulu, Alreza Ahyu, mengungkapkan fakta yang cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik), terdapat lebih dari 3.000 ruang kelas di Rokan Hulu. Ironisnya, lebih dari separuh tercatat dalam kondisi rusak berat.
Angka tersebut bukan sekadar statistik di atas kertas. Di ruang-ruang kelas itulah anak-anak Rohul belajar, mengejar cita-cita dan menggantungkan harapan akan masa depan yang lebih baik.