
Kepastian pasokan air baku sebesar 1.000 liter per hari memungkinkan kelompok untuk memproduktifkan kembali lahan seluas sekitar setengah hektare yang sebelumnya menganggur saat kemarau. Kelompok tani kini berani meninggalkan pola tanam lama dan mulai aktif membudidayakan tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi seperti cabai, kacang panjang, timun, dan terong.
Program ini menjadi wujud komitmen PHR mendukung kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasi, tidak hanya dalam memberikan sarana fisik, tetapi juga mendorong kemandirian, transfer teknologi, dan keberlanjutan ekonomi petani lokal.