
PEKANBARU (Riauoke.com) — Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru terus memperkokoh benteng keselamatan dan keamanan penerbangan melalui simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) skala penuh. Langkah strategis ini mengintegrasikan peran 320 personel gabungan dari berbagai instansi teknis guna memastikan kesiapan operasional bandara dalam merespons potensi gangguan krisis secara cepat dan terukur.
Simulasi yang melibatkan jajaran TNI, Polri, Basarnas, dinas pemadam kebakaran, hingga tim medis setempat ini dirancang untuk menguji keandalan standar operasional prosedur (SOP) di lapangan. Melalui latihan berskala penuh tersebut, seluruh pemangku kepentingan diajak menyelaraskan koordinasi, komunikasi, dan alur komando ketika dihadapkan pada skenario darurat yang mengancam keselamatan penerbangan.
General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad, menegaskan bahwa ketangguhan sebuah bandara tak hanya diukur dari fasilitas fisik, melainkan dari kesiapan sumber daya manusianya. Latihan ini menjadi ruang evaluasi vital untuk memastikan setiap personel tidak hanya memahami fungsi teknisnya, tetapi juga mampu mengambil keputusan presisi dalam situasi bertekanan tinggi.
Di bawah naungan Injourney Airports, pemeliharaan standar kebandarundaraan ini menjadi jaminan utama bagi kenyamanan para pengguna jasa penerbangan di Riau. Integrasi penanganan antarinstansi dipastikan berjalan selaras demi meminimalkan risiko kecelakaan maupun potensi ancaman keamanan di area terbatas bandara.
Melalui pelaksanaan Latihan PKD berkala ini, Bandara SSK II Pekanbaru membuktikan komitmennya untuk menghadirkan ekosistem transportasi udara yang aman, andal, dan tepercaya. Upaya berkelanjutan ini diharapkan kian memperkuat kepercayaan publik terhadap kualitas pelayanan udara di wilayah Sumatra Tengah.[]mcr, red