“Pendidikan inklusi menyediakan lingkungan dengan keragaman anak dan melatih empaty dan membentuk karakter anak bangsa,” jelas Tri Gunadi di hadapan tenaga guru SLB YHT Duri, Ahad (19/10) lalu.
Gunadi yang juga menjadi Direktur Klinik Tumbuh Kembang Anak YAMET, sebelumnya di hari Sabtu (18/10) lalu, bertempat di SLB YHT Duri memberikan kesempatan terapi khusus terhadap salah seorang perempuan berusia 17 tahun. Tri Gunadi yang juga menjadi konsultan klinik sekolah khusus YKSI Duri dan Harapan Bunda Dumai termasuk Padang bahkan Mircle School,Growing Hope Lampung,gelar terapi dan dialog dengan peserta didik.
Dalam kesempatan itu, berbagai kemajuan peserta didik muncul mengingat upaya dan kerja keras tenaga pendidik di SLB YHT Duri. Dalam assessment itu, tutor langsung melatih anak disaksikan tenaga pendidik.
Kepada orang tua, Tri Gunadi mengharapkan agar anak untuk terus membangun potensi anak dan dari kondisi yang dialami anak ada juga yang stuck.Anak akan diam pada orang tertentu namun ketika dimintakan mengikuti terapi, peserta didik berprilaku sangat baik dan menurut.
Dia anak disebutkan Tri, adalah sebuah ungkapan hati yang protes terhadap lingkungannya bahkan diam juga merupakan ketakutan akan ketidakmampuannya dalam bersosialisasi.