Pada 18 Agustus 1945 para pendiri Republik dari golongan Islam yakni KH Wahid Hasjim, Kasman Singodimejo, Ki Bagoes Hadikusumo dan Tengkoe Muhammad Hassan bersama dengan Muhammad Hatta memberikan sumbangan besar bagi bangsa ini yakni menghapus tujuh kata â€Dengan menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya†dan merubah Sila Pertama menjadi â€Ketuhanan Yang Maha Esa†dengan lapang hati.
Semangat kebangsaan kita yang juga kita kenang hari ini di Hari Pahlawan adalah sebuah nasionalisme yang dilandasi oleh kemanusiaan universal bukan nasionalisme yang sempit. Sebuah nasionalisme yang oleh Bung Karno diikrarkan bahwa â€My NationalismisHumanityâ€.
Sebuah nasionalisme yang ditegaskan dalam Pidato 1 Juni Lahirnya Pancasila bahwa nasionalisme hanya bisa hidup subur di dalam tamansarinyainternasionalisme. Internasionalisme dapat hidup subur jikalau berakar dalam buminya nasionalisme. (Diskominfo Mzk).