
Beirut (Riauoke.com) Kemarin jam 15.30 Waktu Beirut (20.30 Waktu Indonesia bagian barat) sebuah upacara khidmat diadakan di Beirut. UNIFIL memberikan penghormatan terakhir atas kehidupan dan pengabdian Mayor Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan, dan Kopral Farizal Rhomadon dari Indonesia, yang gugur dalam dua insiden pada 29 dan 30 Maret saat dengan penuh keberanian menjalankan tugas mereka.
Upacara yang diselenggarakan di Bandara Internasional Rafik Hariri tersebut dihadiri oleh Kepala Misi dan Komandan Pasukan UNIFIL Mayor Jenderal Diodato Abagnara, Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Lebanon Imran Riza, Brigadir Jenderal Insinyur Firas Tarchichi yang mewakili Menteri Pertahanan Nasional Lebanon dan Panglima Angkatan Bersenjata Lebanon, Duta Besar Indonesia untuk Lebanon Bapak Dicky Komar, serta perwakilan Kontingen Indonesia di UNIFIL.
Ketiga penjaga perdamaian tersebut secara anumerta dianugerahi medali PBB dan Angkatan Bersenjata Lebanon sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam mendukung misi UNIFIL di Lebanon selatan.
Dalam upacara tersebut, Mayor Jenderal Abagnara, atas nama seluruh komunitas UNIFIL, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga, kerabat, dan Tentara Nasional Indonesia. Ia memuji pengabdian ketiga penjaga perdamaian yang gugur.
“Mereka datang jauh dari tanah air dengan satu tujuan—untuk melayani perdamaian,” ujarnya. “Mereka melakukannya dengan keberanian. Mereka melakukannya dengan kehormatan. Mereka melakukannya hingga akhir.”