PEKANBARU, Riauoke.com – Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar Konferensi Pers terkait Program Pembangunan Jembatan di Satuan Wilayah Jajaran Polda Riau pada Selasa, 27 Januari 2026. Bertempat di Gedung 91 Media Center Bid Humas Polda Riau, kegiatan ini menjadi bentuk transparansi Polri dalam mendukung pemerataan pembangunan daerah.
Acara ini dihadiri langsung oleh sejumlah pejabat utama Polda Riau, di antaranya Wakapolda Riau, Karo Ops Polda Riau, Dir Polairud Polda Riau, Kabid Humas Polda Riau, dan Dansat Brimob Polda Riau. Kehadiran jajaran pimpinan ini menegaskan komitmen serius Polda Riau dalam mengawal proyek strategis yang berdampak langsung pada mobilitas warga.
Wakapolda Riau menyampaikan bahwa program pembangunan jembatan ini merupakan tindak lanjut konkret dari arahan Presiden Republik Indonesia mengenai percepatan pembangunan infrastruktur hingga ke pelosok. Guna memastikan program tepat sasaran, Polda Riau telah membentuk tim khusus untuk melakukan verifikasi, survei, hingga asesmen mendalam terhadap kondisi jembatan yang paling dibutuhkan oleh masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Polda Riau menargetkan pembangunan dan renovasi sebanyak 26 jembatan yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Secara akumulatif, proyek ini mencakup total panjang jembatan mencapai kurang lebih 700 meter, yang diharapkan dapat memutus isolasi geografis di beberapa titik rawan.
Strategi pembangunan ini mengedepankan konsep kolaborasi dan gotong royong yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Dengan menerapkan konsep Pentahelix—yang menyinergikan unsur pemerintah, akademisi, badan usaha, masyarakat, dan media—Polda Riau yakin proses pengerjaan akan lebih efektif dan memiliki rasa kepemilikan yang kuat dari warga.
Pada kesempatan yang sama, Dansat Brimob Polda Riau merincikan bahwa sebaran pembangunan ini dilakukan berdasarkan skala kebutuhan wilayah. Kabupaten Indragiri Hulu tercatat sebagai wilayah dengan jumlah titik pembangunan terbanyak, yakni mencapai 4 unit jembatan, mengingat urgensi aksesibilitas di daerah tersebut yang cukup tinggi.
Sementara itu, Karo Ops Polda Riau menambahkan bahwa terdapat prioritas khusus pada pembangunan jembatan dengan bentang terpanjang. Fokus utama berada di Kabupaten Indragiri Hilir, tepatnya di Kecamatan Tanah Merah, dengan panjang jembatan mencapai 68 meter yang diproyeksikan menjadi urat nadi ekonomi baru bagi warga sekitar.
Melalui inisiatif ini, Polda Riau berharap kehadiran Polri tidak hanya dirasakan dalam aspek keamanan dan ketertiban saja, tetapi juga sebagai motor penggerak kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan infrastruktur. Langkah ini menjadi bukti nyata sinergi Polri dalam mendukung agenda pembangunan nasional di Bumi Lancang Kuning.[]rls






































































































































