BANDAR SEIKIJANG (riauoke.com) Suasana khidmat menyelimuti halaman SMAN 1 Bandar Seikijang pada Kamis (15/2/2026). Ratusan siswa kelas XII duduk bersama secara "baselo" (duduk bersila) dalam acara perpisahan sekaligus penyerahan kembali siswa kepada orang tua setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Bandar Seikijang, Ramziah, S.Pd., jajaran majelis guru, serta Ketua Komite Jumaidi, AMK. Turut hadir pula tokoh masyarakat dan perwakilan wali murid seperti M. Nur, Herman, Suranto Gandra, dan Ely Winarti.
Kepala Sekolah: "Kami Memilih Jalur Aman Sesuai Aturan"
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Ramziah, S.Pd., mengungkapkan bahwa meskipun undangan yang hadir sekitar 50 persen, hal tersebut sudah dianggap mewakili seluruh wali murid. Ia menjelaskan bahwa format acara tahun ini dibuat sangat sederhana guna mematuhi aturan ketat yang berlaku.
Ramziah secara terbuka menyinggung banyaknya kritik dari pihak luar, terkait pengumpulan dana kegiatan sekolah.
Banyak yang usul dan masukan tentang anggaran perpisahan. Akhirnya, kami memutuskan acara hari ini hanya berupa upacara penyerahan anak kepada orang tua demi menjaga keamanan semua pihak," ungkap Ramziah.
Selain itu, ia juga menyampaikan keprihatinannya terkait penghapusan tiga guru honorer yang menjadi beban pikiran pihak sekolah saat ini.
Komite Sekolah Sampaikan Permohonan Maaf
Senada dengan Kepala Sekolah, Ketua Komite Jumaidi, AMK, menyampaikan permohonan maaf karena tradisi perpisahan meriah yang biasanya dilakukan selama tiga tahun terakhir tidak dapat dilaksanakan tahun ini.
"Kami dari komite minta maaf. Karena adanya aturan dan kritik dari pihak terkait acara mandiri tidak bisa dilakukan. Tradisi kita biasanya besar, tapi sekarang cukup dengan bersalam-salaman; datang nampak wajah, pergi tampak punggung," ujar Jumaidi.
Meski sempat muncul angka lain dalam diskusi, perwakilan wali murid, Suranto Gandra, menyatakan bahwa pada dasarnya wali murid memahami situasi tersebut dan menyanggupi pembiayaan administratif yang telah disepakati bersama demi kelancaran urusan ijazah anak-anak mereka.
Acara ditutup dengan sesi bersalam-salaman antara guru, siswa, dan orang tua murid sebagai simbol pelepasan angkatan tahun 2026. [] srt/srni
Sabtu, 07 Pebruari 2026



























































































































