×
HOME / Pelalawan
Komitmen Hijaukan Kembali Paru-paru Dunia, Danrem 031/Wira Bima Pantau Langsung Penumbangan 400 Hektar Sawit di Kawasan TNTN
Jumat, 6 Februari 2026 | 01:37:12 WIB
Editor : admin | Penulis : admin

Pekanbaru, riauoke.com — Komandan Korem 031/Wira Bima, Brigjen TNI Dr. Agustatius Sitepu, S.Sos., M.Si., M.Han., meninjau langsung penumbangan pohon kelapa sawit di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Langkah ini diambil sebagai tindakan nyata dalam upaya pengurangan deforestasi dan pengembalian fungsi asli kawasan hutan konservasi yang selama ini beralih fungsi secara ilegal.

Kegiatan penertiban yang menyasar lahan seluas kurang lebih 400 hektar ini merupakan bagian dari program reforestasi besar-besaran. Area tersebut kini telah diserahkan sepenuhnya untuk dihijaukan kembali, guna memulihkan keseimbangan ekosistem yang sempat terganggu akibat aktivitas perkebunan non-prosedural di dalam kawasan lindung.

Dalam peninjauannya, Brigjen TNI Agustatius Sitepu menegaskan bahwa kehadiran TNI AD adalah untuk memastikan proses transisi lahan berjalan dengan lancar. Hal ini menjadi bentuk komitmen kuat Korem 031/Wira Bima dalam mendukung program strategis pemerintah untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup di wilayah Provinsi Riau.

Baca :

Danrem menjelaskan bahwa tindakan penumbangan sawit di kawasan TNTN bukan sekadar aksi penegakan aturan di lapangan. Lebih jauh, langkah ini merupakan misi penyelamatan lingkungan jangka panjang demi mewariskan hutan yang sehat dan lestari kepada generasi mendatang, mengingat posisi TNTN sebagai salah satu aset konservasi nasional yang vital.

"Kawasan Taman Nasional Tesso Nilo memiliki fungsi ekologis yang sangat penting bagi keberlangsungan hayati. Oleh karena itu, upaya pengurangan deforestasi ini harus dilakukan secara bertahap, terukur, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar dampaknya terasa maksimal," ujar Danrem di sela-sela pemantauan.


Pilihan Editor
Berita Lainnya
Ekonomi
Nasional
Internasional
Gambar Artikel
Komandan PMPP TNI kunjungi korban luka di Lebanon 
Minggu, 5 April 2026 | 13:05:00 WIB
Travelling
Daerah