BANDAR SEI KIJANG, Riauoke.com – Kondisi infrastruktur jalan yang menghubungkan Kampung Batak menuju Kantor Lurah Sekijang, Kecamatan Bandar Sei Kijang, kian memprihatinkan. Jalan yang seharusnya menjadi akses vital bagi mobilisasi warga kini justru beralih fungsi menjadi lahan pembibitan kelapa sawit akibat tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
Berdasarkan pantauan langsung tim riauoke.com di lapangan pada Jumat (13/2/2026), situasi ini dinilai sangat memalukan bagi citra daerah. Akses jalan lingkar yang seharusnya memudahkan warga menuju pusat administrasi kelurahan tersebut kini tertutup rapat oleh barisan bibit kelapa sawit yang diperkirakan sudah berumur dua tahun.
Masyarakat setempat mengaku terpaksa mengambil inisiatif menjadikan badan jalan sebagai tempat pembibitan karena merasa kecewa. Meski kondisi ini sudah berlangsung selama dua tahun, hingga kini belum ada respons nyata dari pihak terkait, mulai dari tingkat RT, lurah, hingga bupati, untuk melakukan perbaikan permanen.
Menanggapi persoalan tersebut, Ketua RT 03 RW 07, Lingga, memberikan klarifikasi saat dikonfirmasi oleh media. Ia membantah bahwa pihak kelurahan menutup mata terhadap keluhan warga Kampung Batak. Menurutnya, persoalan lahan menjadi salah satu hambatan utama dalam pembangunan akses jalan tersebut.
Lingga menjelaskan bahwa secara historis, lahan untuk badan jalan tersebut sebenarnya sudah dihibahkan oleh warga setempat, yakni dari pihak Napit seluas 3 meter dan dari pihak Lomhot seluas 3 meter. Total lebar 6 meter tersebut awalnya disiapkan untuk menjadi akses jalan publik yang memadai bagi mobilitas masyarakat.