
Sebagai langkah darurat, Baghdad mempercepat pengoperasian kembali Pipa Minyak Kirkuk–Ceyhan, jalur energi strategis yang menghubungkan ladang minyak di Irak utara dengan pelabuhan ekspor di Turki. Pipa ini memiliki panjang sekitar 970 kilometer, membentang dari wilayah Kirkuk menuju Ceyhan di pesisir Laut Mediterania. Infrastruktur tersebut memungkinkan minyak Irak langsung mencapai pasar global melalui Laut Mediterania tanpa harus melewati jalur laut di Teluk Persia.
Pembangunan pipa Kirkuk–Ceyhan dimulai pada awal 1970-an sebagai proyek kerja sama energi antara Irak dan Turki. Jalur pertama mulai beroperasi pada 1977 dan kemudian diperluas dengan jalur tambahan untuk meningkatkan kapasitas pengiriman. Sejak saat itu, pipa tersebut menjadi salah satu infrastruktur energi terpenting di kawasan Tmur Tengah karena menghubungkan cadangan minyak besar Irak dengan pelabuhan ekspor di Mediterania.
Menurut Abdul Ghani, minyak mentah dapat segera dialirkan melalui pelabuhan Ceyhan dengan kapasitas awal sekitar 200 ribu hingga 250 ribu barel per hari. Saat ini proses pengujian dan pemeliharaan hampir rampung, termasuk pengujian hidrostatik pada segmen pipa sepanjang sekitar 100 kilometer yang diperkirakan selesai dalam waktu satu pekan.
Jika jalur ini kembali beroperasi, minyak mentah dari ladang Kirkuk dapat langsung dialirkan ke Turki tanpa melewati wilayah yang dikuasai Pemerintah Daerah Kurdistan Irak, sehingga mempercepat proses distribusi dan memperkuat kendali pemerintah pusat atas ekspor minyak dari wilayah utara.