
Selama ini, tulang punggung ekspor energi Irak berada di Terminal Minyak Basra, kompleks pelabuhan minyak besar yang terletak di perairan Teluk Persia dekat kota Basra. Terminal ini terdiri dari beberapa fasilitas pemuatan lepas pantai yang terhubung dengan jaringan pipa dari ladang-ladang minyak utama di Irak selatan.
Dengan kapasitas ekspor mencapai lebih dari tiga juta barel per hari, fasilitas tersebut menjadi salah satu pusat ekspor minyak terbesar di dunia sekaligus sumber utama pemasukan negara bagi perekonomian Irak.
Keuntungan Strategis bagi Irak dan Turki
Jika jalur pipa Kirkuk–Ceyhan kembali aktif sepenuhnya, Irak akan memperoleh keuntungan strategis berupa diversifikasi rute ekspor energi. Selama ini ketergantungan yang sangat besar terhadap jalur Teluk Persia membuat ekspor Irak rentan terganggu oleh konflik regional. Dengan adanya jalur Mediterania melalui Turki, Baghdad memiliki alternatif yang relatif lebih aman untuk mempertahankan arus ekspor minyak ke pasar Eropa dan global.[]republika