
Dari apartemen saya menuju mesjid mungkin memakan waktu selama lebih kurang 1-1,5 jam dengan naik kereta api. Setelah sampai di stasiun ada jarak sekitar 10 menit jalan kaki menuju mesjid. Sampai di mesjid bisa melaksanakan shalat sunah dulu, mengaji dan silaturahmi dengan kawan kawan dari Indonesia, tukar nomor HP dan sebagainya.
Pelaksana berbuka di mesjid Tokyo sama dengan di Indonesia, makan takjil dan nasi bersama, dan ingat selama saya berada dan berbuka bersama baik itu mesjid Turki, Bangladesh dan Indonesia, menu makananya sangan enak sekali. Dengan ciri khas makanan masing masing negara tentunya.
Karena Jepang ini sepi di musim dingin, maka taraweh ke mesjid inilah yang membuang kesepian kita, dengan bercengkrama bersama sama kawan dari seluruh antero Indonesia dari berbagai profesi berbeda, dosen, guru, pekerja perusahan besar, kensusei magang, tugas sekolah dari perusahaan dan lain lain.
Semua bangsa jumpa di mesjid, mulai dari Afrika, Malaysia, Turki, Inggris, Amerika dan masyarakat Jepang sendiri yang mualaf. Semua tentu mengasyikkan karena bertemu denga saudara seiman dari semua negara menunggu bunga sakura muncul. Alhamdulillah semua kota di Jepang saat ini sudah muncul bunga sakura..[] Laporan A Hakim dari Tokyo Jepang