
ROKAN HULU— Riauoke.com Bayang-bayang kelam kabut asap kembali mengintai Bumi Lancang Kuning. Sebelum langit berubah jingga dan napas rakyat terengah, Kabupaten Rokan Hulu memilih pasang badan. Tak mau kecolongan oleh siklus tahunan yang menyakitkan, jajaran Polsek dan Upika serentak merapatkan barisan, Senin (13/4/2026).
Ini bukan sekadar rapat di atas kertas. Ini adalah pernyataan perang terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang diprediksi bakal mengganas seiring hadirnya El Niño di pengujung April ini.
Lebih Baik Mencegah Daripada Sesak
Di Aula Kantor Camat Pendalian IV Koto, suasana terasa krusial. Kapolsek Rokan IV Koto, IPTU Dodi Ripo Saputra, menegaskan bahwa April adalah batas waktu terakhir untuk bersantai. Baginya, setiap detik sosialisasi adalah nyawa bagi paru-paru masyarakat.
"Lebih baik kita bersimbah keringat melakukan pencegahan hari ini, daripada kita harus menangis menghadapi kepungan kabut asap yang melumpuhkan sendi kehidupan besok," tegasnya dengan nada bicara yang dalam.
Ia memerintahkan Bhabinkamtibmas untuk merangsek hingga ke pelosok desa. Pesannya satu dan tak bisa ditawar: *Berhenti membuka lahan dengan cara membakar.* Perusahaan-perusahaan pun diingatkan untuk tidak lalai—pastikan mesin pompa siap menderu, bukan sekadar jadi pajangan di gudang.
Ujung Tombak di Medan Sulit
Ketegasan serupa menggema di Kecamatan Kabun. Camat *Anang Perdana Kusuma* tak ragu memetakan wilayah-wilayah "merah" yang rawan dilalap api, mulai dari Batulangkah Besar hingga Bencah Kusuma. Ia sadar betul, saat api sudah bicara, medan berat dan sulitnya sumber air akan menjadi musuh yang mematikan.